D3 Teknologi Pengecoran Logam
a. Deskripsi
Program studi teknik pengecoran logam adalah salah satu program studi di Polman Bandung yang memiliki misi akan memberikan pengetahuan, keterampilan serta kemampuan kepada mahasiswa dalam bidang teknologi pengecoran logam. Proses pengecoran logam secara singkat digambarkan sebagai salah satu teknologi manufaktur produk logam yang menggunakan metode proses peramuan dan pencairan logam kemudian menuangkannya ke dalam suatu cetakan. Sebagai realisasi misi untuk menciptakan tenaga ahli, program studi melaksanakan kegiatan pendidikan dengan sistem pendidikan berbasis produksi yang memberikan serangkaian kompetensi atau keahlian kepada para mahasiswa sesuai dengan perkembangan kebutuhan SDM di dunia industri dan standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) sehingga mejadikan lulusannya memiliki daya saing dan keterserapan yang tinggi di dunia kerja. Prodi teknik pengecoran logam merupakan prodi yang sangat jarang dimiliki oleh perguruan tinggi lain di Indonesia. Oleh karena itu maka peluang lulusan program studi ini dapat diserap dengan cepat oleh industri/perusahaan cukup tinggi. Para lulusan prodi ini tersebar hampir di semua perusahaan pengecoran yang ada di Indonesia. Program studi teknik pengecoran logam juga secara aktif membangun kerjasama kemitraan (partnership) dengan beberapa perusahaan sehingga menjadikan prodi ini dikenal di dunia industri dan lulusannya lebih mudah bekerja.
b. Visi dan misi
Visi
Menjadi pusat pendidikan dan penerapan teknologi pengecoran logam
Misi
- Melaksanakan pendidikan pola pengecoran logam dan pengecoran logam yang mengacu pada kompetensi industri dengan metoda-metoda yang relevan dan sesuai dengan ketetapan Pimpinan Politeknik Manufaktur Negeri Bandung.
- Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang meliputi pendidikan, pelatihan, pelayanan produksi, rekayasa dan jasa konsultasi dalam lingkup pengecoran logam dengan tetap berlandaskan kurikulum dan silabus pendidikan.
- Melaksanakan pengembangan teknik produksi untuk meningkatkan teknologi pengecoran logam yang menunjang peningkatan mutu pendidikan, kemampuan produksi, produktivitas dan mutu lulusan.
c. Tujuan prodi
d. Sasaran Prodi
e. Kegiatan MBKM
Proses pembelajaran di program studi pelaksanaannya terbagi dalam dua jenis yaitu teori dan praktik. Proporsi antara beban pembelajaran teori dengan praktik adalah 40 : 68 sks. Sistem pembelajaran yang diterapkan oleh program studi adalah sistem pembelajaran berbasis produksi (PBE) atau teaching factory. Pada sistem pembelajaran ini benda praktik sebagian besar berasal dari kebutuhan/permintaan industri dengan karakteristik yang bervariasi sehingga konten pembelajaran lebih kontekstual.
Metoda pembelajaran yang bersifat proyek dengan objek praktik berasal dari kebutuhan industri tersebut sengaja dirancang supaya mahasiswa memiliki kemampuan dan keahlian di dalam mengidentifikasi permasalahan, memunculkan ide/gagasan dalam memecahkan masalah dengan mengintegrasikan seluruh keilmuan yang telah didapatkan di dalam perkuliahan. Berbagai strategi/model/metode digunakan dalam pelaksanaan sistem pembelajaran ini sehingga mendorong mahasiswa untuk secara aktif berpikir, berencana dan bertindak berdasarkan kaidah keilmuan yang dipelajarinya dengan membangun sikap dan keterampilan bekerja secara mandiri maupun berkelompok serta meningkatkan interaksi dengan bahan pembelajaran, rekan mahasiswa, tenaga laboran dan juga dosen pengampu mata kuliah sebagai fasilitator maka dengan demikian proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan holistik.
Pembelajaran praktik dilaksanakan dengan cara memberikan tutorial pada awal kegiatan selanjutnya para mahasiswa diberikan tugas baik berupa proyek atau masalah atau tugas produksi berdasarkan pesanan yang dilaksanakan secara beregu dengan target dan kriteria penilaian yang ditetapkan di awal. Dalam pelaksanaan tugas mahasiswa diberikan keleluasaan untuk menyusun rencana, memilih atau merancang metoda pengerjaan yang tepat, melakukan simulasi dan percobaan menggunakan fasilitas pendidikan yang ada di program studi, membuat evaluasi dan analisis hasil kerja secara mandiri maupun berkelompok, membuat laporan serta mempresentasikan hasil kerjanya di depan peserta praktik lain dan dosen. Rasio jam pembelajaran mata kuliah praktik terhadap jam belajar total selama masa pendidikan adalah 2176 : 2809 jam.
f. Profil lulusan
Setelah menyelesaikan pendidikan di program studi ini, lulusan akan memiliki kompetensi utama yaitu :
- Keahlian perancangan pola
- keahlian perancangan coran
- Keahlian pembuatan pola pengecoran
- Keahlian pembuatan dan pengolahan pasir cetak
- keahlian pembuatan cetakan
- keahlian pembuatan/peleburan berbagai jenis logam
- keahlian perlakuan panas pada logam
- keahlian pengerjaan lanjut coran, inspeksi & QC
- keahlian pengujian bahan dsb.
Dengan berbagai kompetensi keahlian yang dimiliki tersebut, maka lulusan dapat bekerja di industri manufaktur khususnya industri pengecoran logam dengan peluang posisi/jabatan sebagai :
- Teknisi ahli
- Staf engineering
- Supervisor
- Manajer
Selain memiliki kompetensi atau keahlian untuk dimanfaatkan sebagai bekal bekerja di perusahaan, lulusan juga dapat memanfaatkan kompetensi keahlian tersebut untuk menjadi wirausahawan baru dalam bidang pembuatan produk cor bahkan bisa menjalankan profesi sebagai tenaga konsultan bidang pengecoran logam.
LOMBA DI FE :
- Lomba pengamatan struktur mikro
- Lomba kreasi produk kayu (kriya kayu)
Membuat rencana dan anggaran pembuatan video testimoni dari para Alumni :
- Coppal (Bp. Marlin) à wirausahawan
- ASAMA Indonesia (Bp. Riki) à Manajer
- Komatsu Indonesia (Bp. Catur) à Manajer
- BUMM (Bp. Denden Setiawan H) à Staf Engineering
- CUI (Bp. Wawan Ridwan) à wirausahawan
- PINDAD (Bp. Wahyu Tian) à Staf Ahli
- Pakoakuina (Bp. Juhaeri) à manajer
g.Kurikulum
SEMESTER 1 | SEMESTER 2 | |||||||
Kode | MATERI | SKS | Kode | MATERI | SKS | |||
T | P | T | P | |||||
16SM103 | Bahasa Indonesia | 2 | ||||||
16SM102 | Olah Raga | 2 | ||||||
16SM101 | Agama | 3 | ||||||
16SM211 | Matematika (geometri dan Aljabar) | 2 | 16SM213 | Matematika (aritmatika &Kalkulus) | 2 | |||
16SM229 | Kimia | 2 | ||||||
16DE304 | Gambar Teknik | 3 | 16AE316 | Logika dan Pemrograman | 2 | |||
16FE501 | Material Teknik dan aplikasi | 2 | ||||||
16ME330 | Proses Manufaktur Dasar | 3 | ||||||
16FC424 | Keselamatan Kerja | 2 | 16FC501 | Metrologi Industri 1 | 1 | |||
16FC404 | Teknik Pengecoran Logam 1 | 3 | 16FC405 | Teknik Pengecoran Logam 2 | 1 | |||
16FC405 | Teknik Pengecoran Logam 1 | 1 | 16FC450 | Teknik Pengecoran Logam 2 | 3 | |||
16FC432 | Pengujian Material (kimia & pasir) | 2 | ||||||
Jml | 8 | 10 | Jml | 8 | 10 | |||
SEMESTER 3 | SEMESTER 4 | |||||||
Kode | MATERI | SKS | Kode | MATERI | SKS | |||
T | P | T | P | |||||
16SM105 | Bahasa Inggris | 2 | 16SM107 | Pancasila & Kewarganegaraan | 3 | |||
16SM207 | Matematika Teknik | 2 | ||||||
16SM201 | Fisika 1 | 2 | 16FE203 | Fisika 2 | 2 | |||
16TM340 | Proses Manufaktur Dasar | 2 | 16DE411 | Mekanika Teknik/ KBH | 2 | |||
16FC303 | Metrologi Industri | 1 | 16FE124 | Pengendalian kualitas 2(QC/ACT) | 2 | |||
16FC416 | Perancangan Coran (pola, gating) | 2 | 16FC416 | Perancangan Coran 2 (Gating,riser) | 1 | |||
16FC407 | Teknik Pengecoran Logam 3 | 1 | 16FC404 | Teknik Pengecoran Logam 4 | 4 | |||
16FC408 | Teknik Pengecoran Logam 3 | 3 | 16FE133 | Metalografi 1 (analisa ther&biner) | 1 | |||
16FE224 | Karakterisasi Material 1 (DT, NDT) | 2 | 16FE224 | Karakterisasi Material 2 (MEF) | 1 | |||
16FE124 | Pengendalian Kualitas 1 (Fetling ) | 1 | 16FC418 | PPIC & Supervisi (Penjadwalan) | 2 | |||
Jml | 8 | 10 | Jml | 8 | 10 | |||
SEMESTER 5 | SEMESTER 6 | |||||||
Kode | MATERI | SKS | Kode | MATERI | SKS | |||
T | P | T | P | |||||
16SM221 | Pengetahuan Lingkungan | 2 | ||||||
16DE301 | Elemen Mesin | 2 | ||||||
16MT202 | PPI | 18 | 16FE135 | Metalografi 2 (besi Carbon, HT) | 2 | |||
16FC406 | Teknik Pengecoran Logam 5 | 4 | ||||||
16FC451 | Kapita Selecta ( ) | 2 | ||||||
16FC414 | Perencanaan Proses dan BOP | 2 | ||||||
16FE424 | PROYEK AKHIR | 4 | ||||||
Jml | 0 | 18 | Jml | 8 | 10 |
h. Semua Akreditasi

